Apa Perbedaan Antara Feminisme Dan Emansipasi Wanita ?

Berbicara tentang wanita, pasti anda akan terinspirasi oleh sesosok RA Kartini. Seorang putri dari bangsawan Jawa yang giat memperjuangkan hak – hak wanita Jawa yang pada saat itu benar – bnear berbeda dengan wanita zaman sekarang. Pada zaman dahulu, seorang wanita tidak diperbolehkan untuk mengenyam pendidikan tinggi.

Bahkan untuk belajar membaca dan menulis pun tidak diperbolehkan. Tugas seorang perempuan hanyalah menjadi seorang wanita rumahan yang bisa memasak, mengerjakan pekerjaan rumah tangga, dan setelah dewasa akan menikah untuk melahirkan dan melayani seorang suami.

Emansipasi wanita indonesia

 

­Namun di zaman sekarang, seorang perempuan bukanlah orang – orang seperti itu. Wanita zaman sekarang bisa mengenyam pendidikan tinggi, bisa menentukan nasibnya akan seperti apa, bisa menhjadi wanita karier, hingga menjadi seorang pemimpin.

Bahkan tidak jarang juga, seorang wanita bisa menjadi seorang CEO perusahaan dan menjadi seorang menteri yang memimpin seorang lak – laki. Di sinilah muncul istilah muncul istilah  emansipasi dan feminisme yang sering berbicara tentang kesetaraan antara lelaki dan perempuan.

Apa Itu Emansipasi ?

Mendengar nama Raden Ajeng Kartini, tentunya Anda akan langsung terpikirkan oleh kata “Emansipasi”. Seperti yang sudah dijelaskan di atas, pada zaman dulu para wanita benar – benar tidak memiliki hak atau pun pendapat untuk menntukan jalan hidupnya termasuk mengenyam dunia pendidikan. Emansipasi ini juga sering di kaitkan dengan kesetaraan gender. Namun tahukah Anda apa pengertian sebenarnya dari kata emansipasi ?

Feminisme di indonesia

Kata “ emansipasi “ ini sendiri memiliki sebuah maksud untuk pembebasan kaum wanita dari konsep perbudakan atau agar para kaun wanita memiliki persamaan hak dalam kehidupan seperti kaum pria. Lebih lanjut lagi, emansipasi memiliki artian untuk proses melepaskan diri dari pandangan social dan ekonomi yang rendah atau hokum yang membatasi agar wanita bisa berkembang dan lebih maju.

Namun seiring perkembangan zaman, muncul lagi istilah “ feminism “ yang akhirnya menjadi sebuah paham bagi wanita modern. Di sini, banyak lagi orang yang menganggap bahwa feminism memiliki artain yang sama dengan emansipasi. Banyak yang salah mengartikan di mana kesetaraan wanita dan lelaki berarti wanita bisa memiliki kedudukan yang lebih tinggi daripada laki – laki. Lalu, apa itu feminism ?

Feminism Di Kalangan Wanita Modern

Dalam era ini di mana seorang wanita sudah bisa menjadi sejajar dengan laki – laki, sering terdengar kata – kata feminism. Feminisme ini sendiri adalah sebuah gerakan oleh wanita modern yang memberontak untuk mendapatkan kesetaraan, kedudukan, bahkan persamaan drajat dengan laki – laki di mata hukum atau pun dunia.

Gerakan ini sendiri muncul ketika para wanita di Eropa marah atas kelakuan masyarakat yang selalu menganggap mereka nomor dua dan dianggap sebagai kelas dua.

Feminisme dan emansipasi wanita perbandingan

Namun paham feminism yang terlalu jauh membuat makna asli dari kata ini semakin simpang siur. Bukan berarti jika seorang lelaki diperbolehkan memakai peci saat beribadah, bukan berarti setiap wanita harus menggunakan peci ketika ia beribadah.

Kesetaraan antara wanita dan lelaki memang penting, namun jika ditelaah lebih dalam wanita dan laki – laki memiliki beberapa perbedaan yang sangat mendasar dan meyebabkan mereka menjadi berbeda.

Cara Menyikapi Emansipasi Dan Feminism Saat Ini

Sebagai seorang wanita, tentunya kita harus bisa ber[piker secara luas dan tidak hanya berdasarkan satu sudut pandang saja. Nah, agar Anda bisa memahami makna emansipasi dan feminism yang benar, Anda bisa melakukan contoh – contoh di bawah ini.

  • Jika berbiicara mengenai kesetaraan gender, laki – laki dan perempuan memiliki hak yang sama untuk bekerja. Namun di dalam rumah tangga, tugas utama untuk mencari nafkah adalah laki – laki. Namun sebagai perempuan, Anda juga bisa bekerja selagi diberi izin oleh suami dan Anda sendiri tidak merasakan keberatan.
  • Paham yang apik adalah ketika Anda mendapatkan hak namun juga tidak melupakan kewajiban. Jika Anda bisa bekerja di luar, Anda juga tidak bisa meninggalkan kewajiabn sebagai ibu rumah tangga yang bertugas untuk mengelola rumah tangga.